MENU UTAMA

  Home
  Tentang Artharindo
  Mediasi Perbankan
  Suku Bunga
  Laporan Keuangan

Informasi LPS

Suku Bunga Penjaminan LPS per 15/09/2009 s/d 14/10/2009 untuk Bank Umum : 7,00 % [Rupiah] & 2,75 % [Valas]; Untuk BPR : 10,25 %.

 
:: MEDIASI PERBANKAN ::
 
Sehubungan dengan telah dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia nomor 8/5/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Mediasi Perbankan, maka diatur ketentuan dan proses Mediasi tersebut dalam Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) 8/14/DPNP tanggal 1 Juni 2006, dengan pokok-pokok ketentuan sebagai berikut :
 
1. SEBI tersebut diatas merupakan kelanjutan dari Peraturan Bank Indonesia (PBI) no. 7/7PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 dan PBI no. 7/24/DPNP tanggal 18 Juli 2005 mengenai Penyelesaian Pengaduan Nasabah.
   
2. SEBI No. 8/14/DPNP tanggal 1 Juni 2006 mengenai Mediasi Perbankan yang berlaku per 1 September 2006 ini, antara lain menyebutkan :
     
  I. UMUM
    1. Mediasi perbankan ini dimaksudkan untuk memberikan alternative penyelesaian sengketa kepada nasabah. Khususnya bagi nasabah kecil dan usaha mikro dan kecil (UMK), dalam hal pengaduan yang mereka ajukan tidak mendapatkan hasil penyelesaian yang memuaskan.
       
    2. Penyelesaian senketa melalui mediasi perbankan dilakukan secara sederhana, murah, cepat dan efisien.
       
    3. Pengajuan penyelesaian sengketa  dapat dilakukan oleh nasabah atau perwakilan nasabah.
       
    4. Dalam melaksanakan fungsi Mediasi perbankan, Bank Indonesia tidak memberikan keputusan dan atau rekomendasi penyelesaian sengketa kepada Nasabah dan Bank. Dalam hal ini, BI hanya memfasilitasi Nasabah dan Bank untuk mengkaji pokok permasalahan Sengketa secara mendasar agar tercapai kesepakatan.
       
    5. Proses mediasi dapat dilakukan di Kantor Bank Indonesia yang terdekat dengan domisili Nasabah.
       
    6. Pelaksanaan fungsi Mediasi ini dilakukan sampai dengan akhir tahun 2007 dan selanjutnya akan dilaksanakan oleh lembaga independent yang dibentuk oleh asosiasi perbankan.
       
  II. PENGAJUAN PENYELESAIAN SENGKETA
    1 Pengajuan penyelesaian sengketa Nasabah hanya dapat dilakukan oleh Nasabah atau perwakilan nasabah, termasuk lembaga, badan hukum dan atau bank lain yang menjadi Nasabah Bank tersebut.
       
    2 Sengketa yang diajukan adalah sengketa keperdataan yang timbul dari transaksi keuangan.
       
    3. Nilai tuntutan financial dalam mediasi perbankan dalam mata uang Rupiah paling banyak sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta Rupiah).
       
    4 Jumlah maksimum nilai tuntutan financial sebagaimana dimaksud pada angka 3 dapat berupa :
      a. Nilai kumulatif dari kerugian yang telah terjadi pada Nasabah.
         
      b. Potensi kerugian karena penundaaan atau tidak dapat dilaksanakannya transaksi keuangan Nasabah dengan pihak lain.
         
      c. Biaya-biaya yang telah dikeluarkan Nasabah untuk mendapatkan penyelesaian Sengketa.
         
    5. Pengajuan penyelesaian Sengketa dilakukan secara tertulis dengan format sbb. :
      a. Fotocopi surat hasil penyelesaian pengaduan yang diberikan Bank kepada Nasabah.
         
      b. Fotocopi bukti identitas Nasabah yang masih berlaku.
         
      c. Surat pernyataan yang ditanda tangani diatas materai yang cukup bahwa sengketa yang diajukan tidak sedang dalam proses atau mendapatkan keputusan dari lembaga arbitrase, peradilan atau lembaga Mediasi lainnya dan belum pernah diproses dalam mediasi perbankan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia.
         
      d. Fotokopi dokumen pendukung yang terkait dengan sengketa yang diajukan.
         
      e. Fotokopi surat kuasa, dalam hal ini pengajuan penyelesaian sengketa yang dikuasakan. Formulir pengajuan penyelsaian Sengketa di sediakan disetiap kantor Bank dan atau dapat dibut sendiri oleh nasabah dengan berpedoman kepada format yang tercantum dalam lampiran 1.
         
    6. Pengajuan penyelesaian sengketa dilakukan paling lama 60 hari hari kerja sejak surat hasil penyelesaian pengaduan nasabah dari Bank sampai dengan tanggal diterimananya pengajuan penyelesaian sengketa oleh pelaksanan fungsi mediasi secara langsung dari nasabah atau tanggal stempel pos.
         
    7. Sengketa yang timbul dari hasil penyelesaian pengaduan Nasabah yang telah dilakukan oleh Bank yang penyelesaiannya telah dilakukan sebelum tanggal 1 Juni 2006, maka pelaksanaan fungsi mediasi dapat diajukan paling lambat tanggal 30 Juni 2006.
         
    8. Pengajuan penyelesaian Sengketa oleh Nasabah ditujukan kepada  :
         
        Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan
        Bank Indonesia
        Menara Radius Prawiro, lt. 19
        Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta 10110
       

Dengan tembusan disampaikan ke BPR ARTHARINDO.

         
    9.   Pelaksana fungsi Mediasi perbankan dapat menolak pengajuan penyelesaian Sengketa yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksudkan angka 1 sampai dengan angka 7 diatas.
         
Klik disini untuk mendapatkan Formulir Pengajuan Penyelesaian Sengketa.
 
Nasabah dapat menghubungi Artharindo Call Center untuk mengetahui lebih detail tentang Mediasi Perbankan ini.
         
Terima kasih atas kepercayaan anda kepada kami selama ini. Artharindo, Maju Bersama Anda.
 
 
 

Home | Tentang Artharindo | Agenda & Program | Suku bunga deposito | Laporan keuangan | Denah Lokasi

 
 

BankArtharindo.Com © 2006. All Rights Reserved.

Comments And Suggestions please e-mail to contact [at] bankartharindo.com
Last Update : November, 02 2010.

Pengunjung saat ini
Orang